Senin, 20 Agustus 2018

Royal Golden Eagle Mendukung Pemberdayaan Perempuan di Indonesia

Jimsbrew - Dalam Indeks Ketimpangan Gender, posisi ketimpangan di berbagai negara ada yang mengalami perbaikan namun juga ada yang semakin lama memang semakin memburuk. Di tahun 2016 lalu, skor Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia mencapai angka 0,681. Jumlah ini kemudian menempatkan posisi Indonesia dalam peringkat ke 88 dari sebanyak 144 negara yang disurvei dalam penelitian tersebut.  

Dengan adanya keprihatinan atas hal tersebut, Royal Golden Eagle yang semula berdiri dengan nama Raja Garuda Mas dan kini sudah memiliki korporasi usaha yang sangat maju di Singapura, Malaysia, Indonesia dan berbagai negara lain di Asia turut serta andil dalam upaya pemberdayaan perempuan di Indonesia. Berikut bagaimana Royal Golden Eagle mendukung pemberdayaan perempuan di Indonesia.  


Dukungan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia Oleh Royal Golden Eagle  

Perlakuan diskriminatif terhadap kaum wanita memang sudah menjadi bukti nyata selama ini dari terjadinya kesenjangan gender dan kurangnya sikap pemberdayaan kepada wanita. Misalnya contoh sederhananya yaitu nasib kaum hawa di dalam industri manufaktur. Selama ini mudah ditemukan pekerja perempuan yang mendapatkan ketidakadilan dalam upah yang diberikan. Posisi mereka terkategori sebagai pekerja lajang walau sudah menikah. Kemudian para pekerja perempuan juga masih banyak yang tidak mendapatkan fasilitas tunjangan keluarga. Hak – hak lain seperti halnya kesempatan untuk mendapatkan cuti hamil dan menstruasi juga masih sering belum diperbolehkan. Karena itu wanita seringkali merasa enggan dalam berprestasi di lingkungan kerjanya dengan kesenjangan yang dialami baik dari soal gaji atau perlakuan.  

Akan tetapi di perusahaan yang berada dibawah naungan Royal Golden Eagle yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto, tidak berlaku demikian. Korporasi dalam skala internasional yang beroperasi dalam bidang pemanfaatan sumber daya alam malah mempromosikan akses terhadap kesetaraan gender. Mereka memandang pria dan juga wanita didalam perusahaannya pantas untuk mendapatkan hak dan juga kesempatan berprestasi dan mendapatkan gaji yang sama.  

RGE tidak hanya menyuarakan kesetaraan gender sebatas slogan melainkan dalam bukti nyata tindakan. RGE mempraktikkan sendiri secara riil didalam perusahaannya. Caranya juga mudah yaitu dengan membuka kesempatan besar bagi para wanita untuk dapat mengemban tugas dan tanggung jawab yang sama. Bagi RGE, tak ada pekerjaan yang dibatasi hanya khusus untuk pria. Wanita juga boleh mengerjakannya dengan penuh asalkan kapasitas individunya benar – benar mumpuni. Contoh nyatanya ada di salah satu anak perusahaannya yang bergerak di bidang pulp and paper, APRIL Group.  

Unit bisnis APRIL Group berada di Pangkalan Kerinci, dan mereka memiliki seorang tenaga kerja wanita bernama Lita Safriana. Ia merupakan perempuan tangguh yang bekerja sebagai pengendara forklift di PT RAPP. Pekerjaan ini sebenarnya merupakan pekerjaan yang identik dengan pria akan tetapi Lita Safriana berhasil membuktikan kalau ia bisa. Sekali antar, kertas yang Lita bawa juga tidak sedikit dan ia bahkan harus membawa kertas seberat 500 kg – 1 ton dalam sekali antar. Namun dengan ketangguhan, kejelian dan keinginannya untuk setara dengan yang lain, Lita bisa melakukannya.  

Itulah rasa percaya diri yang mengantarkan Royal Golden Eagle memberikan kesetaraan gender sebagai bentuk dukungan atas upaya pemberdayaan perempuan di Indonesia. Tak hanya soal pekerjaan melainkan di bidang pendidikan RGE juga turut melakukannya. Melalui lembaga pendidikan dan filantropi Tanoto Foundation, RGE memberikan dukungan penuh atas pemberdayaan perempuan di Indonesia melalui pendidikan dan beasiswa yang diberikan.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Contact Us

Nama

Email *

Pesan *